Visualisasi interaktif lengkap dengan notasi fisika, persamaan, dan diagram gaya pada efek Hall
Ini adalah titik yang sering membingungkan. Saat arus konvensional I tetap ke kanan (+x) dan B tetap keluar layar (+z), perubahan tipe pembawa menyebabkan dua hal berubah sekaligus:
Untuk elektron: q = −e, v_d = −v x̂. Maka F = (−e)(−v x̂) × (B ẑ) = (−e)(−vB)(x̂×ẑ) = (−e)(−vB)(−ŷ) = −evB ŷ (ke bawah).
Untuk lubang: q = +e, v_d = +v x̂. Maka F = (+e)(+v x̂) × (B ẑ) = (+e)(+vB)(x̂×ẑ) = (+e)(+vB)(−ŷ) = −evB ŷ (juga ke bawah).
Perubahan tanda q dan perbalikan arah v_d saling mengkompensasi. Namun, muatan yang berbeda di sisi yang sama menghasilkan polaritas berlawanan: elektron membuat sisi bawah negatif, lubang membuat sisi bawah positif. Inilah yang menentukan tanda R_H dan V_H.
Ketika arus listrik I mengalir melalui konduktor dalam medan magnet B tegak lurus, pembawa muatan mengalami gaya Lorentz yang mendorong mereka ke salah satu sisi material.
Akumulasi muatan menciptakan medan listrik internal E_H yang melawan pemisahan lebih lanjut. Pada keadaan tunak, F_E tepat menyeimbangkan F_B, menghasilkan tegangan Hall V_H yang dapat diukur.
Tanda V_H menentukan jenis pembawa muatan dominan: negatif untuk elektron (logam, tipe-n) dan positif untuk lubang (tipe-p). Ini menjadikan efek Hall sebagai alat penting untuk karakterisasi material semikonduktor.
Deteksi posisi, kecepatan rotasi, dan arus dalam sistem elektronik dan otomotif.
Sensor wheel speed pada rem ABS dan pengaturan pengapian pada mesin kendaraan.
Kompas digital menggunakan magnetometer berbasis Hall untuk navigasi.
Menentukan jenis pembawa muatan, kepadatan, dan mobilitas pada semikonduktor.
Pengukuran arus tinggi tanpa menyambungkan langsung ke sirkuit (isolasi galvanik).
Saklar Hall effect pada keyboard mekanik untuk ketahanan dan presisi tinggi.