BAB 6

Struktur Kristal

Susunan geometris atom dalam material padat, meliputi klasifikasi material, konsep kisi dan basis 2D/3D, 7 sistem kristal, 14 kisi Bravais, serta analisis mendalam struktur kubik (SC, BCC, FCC).

6.1 Klasifikasi Material Berdasarkan Struktur

Berdasarkan susunan atom-atom penyusunnya, material padat digolongkan menjadi tiga kategori utama: amorf, polikristal, dan monokristal (kristal tunggal). Tingkat keteraturan (order) atom ini sangat menentukan sifat listrik, optik, dan mekanik material.

  • Amorf: Atom-atom tersusun secara acak, tidak ada keteraturan jarak jauh (long-range order). Contoh: kaca, plastik, dan amorfous silicon (a-Si) yang digunakan di panel surya generasi awal.
  • Polikristal: Material terdiri dari banyak daerah kecil yang masing-masing memiliki struktur kristal sempurna (disebut grain atau butir), namun orientasi antar butir berbeda-beda. Batas antar butir disebut grain boundaries. Material ini lebih murah dibuat daripada monokristal.
  • Monokristal (Single Crystal): Seluruh atom dalam material tersusun secara periodik dan sempurna tanpa ada batas butir. Material ini sangat penting dalam elektronika modern. Wafer silikon yang digunakan untuk membuat chip mikroprosesor harus berupa monokristal, karena batas butir dalam polikristal akan menghambat aliran elektron.
Amorf Polikristal Monokristal
Gambar 6.1. Perbandingan struktur material: Amorf (acak), Polikristal (teratur dalam butir dengan batas butir merah), dan Monokristal (teratur sempurna tanpa batas butir).

6.2 Konsep Dasar: Kisi, Basis, dan Sel Unit (2D)

Dalam fisika material padat, struktur kristal ideal tidak langsung dibahas sebagai susunan atom, melainkan dipecah menjadi dua konsep geometris: Kisi (Lattice) dan Basis.

  • Kisi (Lattice): Susunan titik-titik matematis secara periodik di ruang angkasa. Kisi itu sendiri bukan material; ia hanyalah kerangka geometris. Setiap titik kisi memiliki lingkungan yang persis sama.
  • Basis: Sekelompok atom (bisa satu atom atau lebih) yang ditempatkan secara identik di setiap titik kisi.

Dengan demikian, rumus fundamental struktur kristal adalah: Struktur Kristal = Kisi + Basis.

Unit terkecil di dalam kisi yang berulang disebut sel unit (unit cell). Sel unit didefinisikan oleh vektor translasi primitif $\vec{a}$ dan $\vec{b}$ (untuk 2D). Terdapat dua jenis sel unit:

  1. Sel Primitif (Primitive Cell): Sel unit yang paling kecil, hanya memiliki 1 titik kisi di dalamnya (titik di sudut dibagi dengan sel tetangga, total 1). Volume/luasanya minimal.
  2. Sel Konvensional (Conventional Cell): Sel unit yang lebih besar dan biasanya berbentuk lebih simetris (misal kubus) sehingga lebih mudah divisualisasikan, meskipun mengandung lebih dari 1 titik kisi.

Bentuk kisi tidak selalu berbentuk persegi (orthogonal). Dalam 2D, terdapat 5 jenis kisi Bravais, yang salah satunya adalah kisi oblik (oblique lattice), di mana vektor $\vec{a}$ dan $\vec{b}$ memiliki panjang yang berbeda ($a \neq b$) dan saling membentuk sudut miring ($\gamma \neq 90^\circ$) sehingga membentuk jajargenjang (parallelogram).

a b γ Kisi Oblik 2D (Parallelogram) dengan Sel Unit
Gambar 6.2. Kisi Oblik 2D. Vektor a dan b membentuk sudut γ ≠ 90°. Kotak merah menunjukkan sel unit (parallelogram) yang berulang.

6.3 Struktur Kristal 3D dan 14 Kisi Bravais

Ketika konsep diperluas ke 3D, kisi didefinisikan oleh tiga vektor translasi primitif $\vec{a}, \vec{b}, \vec{c}$. Pada tahun 1850, Auguste Bravais membuktikan secara matematis bahwa hanya ada 14 jenis kisi 3D yang mungkin di alam semesta. Ke-14 kisi Bravais ini dikelompokkan ke dalam 7 sistem kristal (crystal systems) berdasarkan geometri sel unitnya (panjang $a,b,c$ dan sudut $\alpha, \beta, \gamma$).

Ketujuh sistem kristal tersebut adalah:

  1. Cubic (Kubik): $a=b=c$, $\alpha=\beta=\gamma=90^\circ$. (Memiliki 3 kisi Bravais: P, I, F).
  2. Tetragonal: $a=b \neq c$, $\alpha=\beta=\gamma=90^\circ$. (Memiliki 2 kisi Bravais: P, I).
  3. Orthorhombic: $a \neq b \neq c$, $\alpha=\beta=\gamma=90^\circ$. (Memiliki 4 kisi Bravais: P, C, I, F).
  4. Monoclinic: $a \neq b \neq c$, $\alpha=\gamma=90^\circ \neq \beta$. (Memiliki 2 kisi Bravais: P, C).
  5. Triclinic: $a \neq b \neq c$, $\alpha \neq \beta \neq \gamma \neq 90^\circ$. (Memiliki 1 kisi Bravais: P).
  6. Rhombohedral (Trigonal): $a=b=c$, $\alpha=\beta=\gamma \neq 90^\circ$. (Memiliki 1 kisi Bravais: P).
  7. Hexagonal: $a=b \neq c$, $\alpha=\beta=90^\circ$, $\gamma=120^\circ$. (Memiliki 1 kisi Bravais: P).
14 Kisi Bravais
Gambar 6.3. Klasifikasi 14 Kisi Bravais yang dikelompokkan menjadi 7 sistem kristal berdasarkan geometri sel unitnya.

Ke-14 kisi Bravais tersebut dibedakan bukan hanya oleh geometri selnya, tetapi juga oleh tata letak titik kisinya di dalam sel unit konvensional, yang diklasifikasikan menjadi 4 jenis penempatan (centering):

  • P (Primitive): Titik kisi hanya berada di 8 sudut sel. Total 1 titik kisi per sel.
  • I (Body-centered - Innenzentriert): Titik kisi di 8 sudut plus 1 titik tepat di pusat badan (tengah volume). Total 2 titik kisi per sel.
  • F (Face-centered - Flächenzentriert): Titik kisi di 8 sudut plus 1 titik di setiap pusat sisi (6 sisi). Total 4 titik kisi per sel.
  • C (Base-centered): Titik kisi di 8 sudut plus 1 titik di pusat sisi atas dan sisi bawah (bidang C). Total 2 titik kisi per sel.

Dalam teknik elektro dan fisika material modern, sistem kubik adalah yang paling mendominasi. Tiga struktur dari sistem kubik yang paling penting adalah: Simple Cubic (SC), Body-Centered Cubic (BCC), dan Face-Centered Cubic (FCC). Sebagian besar logam konduktor (Cu, Al, Au) dan semikonduktor (Si, Ge) memiliki struktur yang berakar pada ketiga kisi ini.

6.4 Analisis Struktur Kubik (SC, BCC, FCC)

Untuk menganalisis kisi kubik, kita perlu menghitung:

  1. Jumlah atom per sel unit: Atom di sudut dibagi dengan 8 sel unit tetangga (berkontribusi 1/8). Atom di permukaan dibagi dengan 2 (berkontribusi 1/2). Atom di dalam sepenuhnya milik sel unit tersebut (berkontribusi 1).
  2. Faktor Paket Atom (Atomic Packing Factor - APF): Rasio volume total atom di dalam sel unit terhadap volume sel unit itu sendiri. $APF = \frac{V_{atoms}}{V_{cell}}$.

1. Simple Cubic (SC)

Struktur paling sederhana (kisi P pada sistem kubik), di mana atom hanya berada di 8 sudut kubus. Hanya sedikit material yang memiliki struktur ini (misalnya Polonium, $\alpha$-Po).

  • Jumlah atom per sel unit = $8 \times \frac{1}{8} = 1$ atom.
  • Hubungan jari-jari atom ($R$) dengan parameter kisi ($a$): Karena atom bersinggungan di sepanjang rusuk kubus, maka $a = 2R$.
Perhitungan APF untuk Simple Cubic (SC)

Volume sel unit $V_{cell} = a^3 = (2R)^3 = 8R^3$.

Volume total atom = $1 \times \left(\frac{4}{3}\pi R^3\right) = \frac{4}{3}\pi R^3$.

$$ APF_{SC} = \frac{\frac{4}{3}\pi R^3}{8R^3} = \frac{\pi}{6} \approx 0.52 \text{ atau } 52\% \tag{6.1} $$

Hanya 52% ruang yang terisi atom, sisanya 48% adalah ruang kosong. Ini sangat tidak efisien.

Simple Cubic (SC)
Gambar 6.4. Struktur Simple Cubic. Atom bersinggungan di sepanjang rusuk kubus.

2. Body-Centered Cubic (BCC)

Pada BCC (kisi I), selain 8 atom di sudut, terdapat 1 atom tambahan tepat di pusat kubus. Contoh logam BCC: Besi ($\alpha$-Fe), Kromium (Cr), Tungsten (W).

  • Jumlah atom per sel unit = $(8 \times \frac{1}{8}) + 1 = 2$ atom.
  • Hubungan parameter kisi ($a$) dan jari-jari ($R$): Pada BCC, atom bersinggungan di sepanjang diagonal ruang (body diagonal). Panjang diagonal ruang = $\sqrt{3}a$. Karena terdapat 2 atom (sudut ke pusat ke sudut), maka $4R = \sqrt{3}a \implies a = \frac{4R}{\sqrt{3}}$.
Perhitungan APF untuk Body-Centered Cubic (BCC)

Volume sel unit $V_{cell} = a^3 = \left(\frac{4R}{\sqrt{3}}\right)^3 = \frac{64R^3}{3\sqrt{3}}$.

Volume total atom = $2 \times \left(\frac{4}{3}\pi R^3\right) = \frac{8}{3}\pi R^3$.

$$ APF_{BCC} = \frac{\frac{8}{3}\pi R^3}{\frac{64R^3}{3\sqrt{3}}} = \frac{\pi\sqrt{3}}{8} \approx 0.68 \text{ atau } 68\% \tag{6.2} $$

Struktur BCC lebih padat (68%) dibandingkan SC.

Body-Centered Cubic (BCC)
Gambar 6.5. Struktur BCC. Atom bersinggungan di sepanjang diagonal ruang (garis merah putus-putus).

3. Face-Centered Cubic (FCC)

Pada FCC (kisi F), atom berada di 8 sudut dan 1 atom di setiap pusat bidang (6 sisi kubus). FCC adalah struktur dengan packing paling padat. Contoh logam FCC: Tembaga (Cu), Aluminium (Al), Emas (Au), dan Silver (Ag). Struktur intan (Silikon) juga merupakan modifikasi dari FCC.

  • Jumlah atom per sel unit = $(8 \times \frac{1}{8}) + (6 \times \frac{1}{2}) = 4$ atom.
  • Hubungan parameter kisi ($a$) dan jari-jari ($R$): Pada FCC, atom bersinggungan di sepanjang diagonal sisi (face diagonal). Panjang diagonal sisi = $\sqrt{2}a$. Karena terdapat 2 atom (sudut ke tengah sisi ke sudut), maka $4R = \sqrt{2}a \implies a = 2\sqrt{2}R$.
Perhitungan APF untuk Face-Centered Cubic (FCC)

Volume sel unit $V_{cell} = a^3 = (2\sqrt{2}R)^3 = 16\sqrt{2}R^3$.

Volume total atom = $4 \times \left(\frac{4}{3}\pi R^3\right) = \frac{16}{3}\pi R^3$.

$$ APF_{FCC} = \frac{\frac{16}{3}\pi R^3}{16\sqrt{2}R^3} = \frac{\pi}{3\sqrt{2}} \approx 0.74 \text{ atau } 74\% \tag{6.3} $$

FCC memiliki APF maksimum untuk kisi kubik (74%). Ini sebabnya logam seperti Cu dan Al sangat ulet dan konduktivitasnya baik.

Face-Centered Cubic (FCC)
Gambar 6.6. Struktur FCC. Atom bersinggungan di sepanjang diagonal sisi (garis merah putus-putus).

6.5 Bidang Kristal dan Indeks Miller

Dalam fabrikasi semikonduktor, orientasi bidang kristal sangat menentukan sifat fisis dan kimia permukaan, seperti kecepatan etsa (etching), mobilitas elektron, dan pertumbuhan lapisan epitaksial. Orientasi bidang diberi label menggunakan Indeks Miller, ditulis dalam format $(h k l)$.

Langkah-langkah menentukan Indeks Miller suatu bidang:

  1. Tentukan titik perpotongan bidang tersebut dengan sumbu $x, y, z$ (dalam satuan parameter kisi $a, b, c$). Jika bidang sejajar dengan suatu sumbu, perpotongannya adalah $\infty$.
  2. Balikkan (invers) nilai perpotongan tersebut. (Misal: $2 \to 1/2$, $\infty \to 0$).
  3. Sederhanakan menjadi bilangan bulat terkecil dengan mengalikannya dengan penyebut persekutuan.
  4. Beri tanda kurung $(h k l)$. Nilai negatif ditulis dengan garis di atas angka (misal $\bar{1}$).

Contoh: Jika sebuah bidang memotong sumbu $x$ di $1a$, sumbu $y$ di $1a$, dan sejajar dengan sumbu $z$ ($\infty$). Maka perpotongannya adalah $(1, 1, \infty)$. Inversnya: $(1, 1, 0)$. Maka indeks Miller bidang ini adalah (110).

Indeks Miller pada Kisi Kubik
Gambar 6.7. Ilustrasi berbagai bidang kristal dalam kisi kubik beserta indeks Miller-nya, seperti (100), (110), (111), dan bidang lainnya.

Dalam industri wafer silikon, bidang $(100)$ adalah yang paling umum digunakan untuk fabrikasi MOSFET karena mudah dipotong dan dietsa secara presisi. Bidang $(111)$ memiliki kepadatan atom tertinggi, sehingga sering digunakan untuk pertumbuhan epitaksial atau aplikasi MEMS.

Transisi ke Bab 7

Struktur kristal menyediakan "kerangka" tempat atom berada. Namun, sifat listrik material (konduktor vs isolator) tidak hanya ditentukan oleh struktur geometris, melainkan oleh bagaimana elektron berperilaku dalam potensial periodik kisi tersebut. Interaksi gelombang elektron dengan kisi periodik ini melahirkan konsep Teori Pita Energi (Band Theory), yang akan kita bahas di Bab 7.

Pertanyaan Latihan Bab 6
  1. Jelaskan perbedaan konsep antara kisi (lattice), basis, dan struktur kristal! Mengapa sel unit primitif berbeda dengan sel konvensional?
  2. Jelaskan perbedaan utama antara material amorf, polikristal, dan monokristal! Mengapa wafer silikon untuk mikroprosesor harus berbentuk monokristal?
  3. Sebutkan 7 sistem kristal yang membentuk 14 kisi Bravais! Apa perbedaan parameter kisi antara sistem Kubik dan Tetragonal?
  4. Jelaskan arti dari notasi P, I, F, dan C pada 14 kisi Bravais!
  5. Turunkan rumus hubungan antara parameter kisi ($a$) dan jari-jari atom ($R$) untuk struktur BCC dan FCC!
  6. Hitunglah jumlah atom per sel unit untuk struktur Simple Cubic (SC), Body-Centered Cubic (BCC), dan Face-Centered Cubic (FCC)!
  7. Turunkan secara matematis nilai Faktor Paket Atom (APF) untuk struktur FCC! Mengapa APF FCC lebih besar dari APF BCC?
  8. Sebuah bidang kristal memotong sumbu x di $1a$, sumbu y di $2a$, dan sejajar dengan sumbu z. Tentukan indeks Miller bidang tersebut!
  9. Mengapa bidang $(111)$ pada silikon memiliki kepadatan atom yang lebih tinggi dibandingkan bidang $(100)$?

6.6 Referensi

Berikut adalah daftar pustaka yang direkomendasikan untuk memperdalam materi pada bab ini:

  1. Kittel, C. (2005). Introduction to Solid State Physics (8th ed.). Wiley. (Bab 1)
  2. Callister, W. D., & Rethwisch, D. G. (2018). Materials Science and Engineering: An Introduction (10th ed.). Wiley. (Bab 3)
  3. Hammond, C. (2015). The Basics of Crystallography and Diffraction (4th ed.). Oxford University Press.